Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 29 Januari 2016

Tugas Ulangan Harian I - Pemodelan Perangkat Lunak


Ulangan Harian I  (Perorangan) 
KD 3.8 Memahami konsep pemodelan berorientasi obyek (UML)
KD 3.9 Memahami kebutuhan sistem berorientasi obyek

Soal :
Tentukanlah sebuah sistem (bebas). Kemudian jelaskanlah cara kerja sistem melalui sebuah diagram Use Case. masing-masing siswa harus berbeda!

Intruksi :
- Gambarkan Diagram Use Case di buku catatan masing-masing.
- Gambarkan Diagram Use Case dalam bentuk soft file (Rational Rose / Ms. Office Visio) di simpan dalam bentuk file Image (JPG, BMP, PNG) atau File Dokumen (DOC)
- Upload Soft file di website image stock (photobucket.com) atau google drive.
- Postingkan hasil pengerjaan Anda di Kolom komentar di Bawah postingan ini dengan menyertakan Nama, Kelas, dan judul sistem, sertakan juga link file dari photobucket/google drive.

Ketentuan :
Dikerjakan paling lambat tanggal 04 Februari 2016 Pukul 23.59.
Komentar dengan tanggal dan waktu melebihi jadwal yang ditentukan dianggap tidak mengerjakan Ulangan.



Guru Mata Pelajaran,



Acep Miftahul Anwar, S.Kom

Jumat, 08 Januari 2016

Program Aplikasi Pembuatan Diagram UML - Rasional Rose 2000

Untuk menggambar diagram dalam UML, salah satunya kita bisa menggunakan program aplikasi di bawah ini :

RASIONAL ROSE , Download disini


Modul UML - Pemodelan Perangkat Lunak Semester Genap

Pada semester kali ini kita akan mempelajari tentang pemodelan perangkat lunak yang berbasis objek. Seperti halnya pemodelan perangkat lunak terstruktur, di dalam pemodelan perangkat lunak berbasis objek juga terdapat beberapa diagram yang digunakan untuk memvisualisasikan rancangan rancangan perangkat lunak.

Salah satu untuk menggambarkan rancangan perangkat lunak berbasis objek digunakan UML (Unified Modeling Language).

Untuk memahami materi UML lebih dalam, bisa membuka modul di bawah ini :


Selasa, 24 November 2015

Kisi-Kisi UAS Ganjil 2015 - Mata Pelajaran Pemodelan Perangkat Lunak

KISI-KISI SOAL
ULANGAN AKHIR SEMESTER (UAS) GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Mata Pelajaran    : Pemodelan Perangkat Lunak
Kelas                   : XI / Rekayasa Perangkat  Lunak
Penyusun            : Acep Miftahul Anwar, S.Kom


No
Kompetensi Dasar
Tingkat Kesukaran
Ket
Mudah
Sedang
Sukar
1
3.1  Memahami konsep pemodelan perangkat lunak
V



2
3.2  Memahami model proses pengembangan perangkat lunak
V

V

3
3.3  Memahami rekayasa kebutuhan perangkat lunak
V

V

4
3.4 Memahami  diagram aliran data (DFD)
V
V
V

5
3.5. Memahami diagram hubungan antar entitas  (ERD).

V
V

6
3.6  Memahami antar muka pengguna (user interface)
V



7
3.7. Memahami  arsitektur perangkat lunak

V
V

8
4.7. Menyajikan rancangan arsitektur perangkat lunak

V
V





Tasikmalaya, Nopember 2015
Guru Mata Pelajaran,


Acep Miftahul Anwar, S.Kom       

Modul - Arsitektur Perangkat Lunak

Arsitektur perangkat lunak adalah sekumpulan pernyataan yang menggambarkan komponen perangkat lunak dan fungsi-fungsi yang ada pada komponen tersebut. Ia menggambarkan struktur teknis, batasan-batasan, ciri-ciri, serta antarmuka pada komponen-komponen tersebut. Arsitektur merupakan rancangan fisik sistem dan oleh karena itu membutuhkan rencana yang matang pada saat pembuatannya (Krafzig et al, 2004).


Arsitektur perangkat lunak merupakan struktur sebuah sistem, yang meliputi elemen perangkat lunak, sifat (property) yang tampak dari elemen itu, serta relasi di antara elemen-elemen tersebut (Bass et al dalam Krafzig et al, 2004). Sifat yang tampak misalnya fungsi apa saja yang disediakan oleh elemen, bagaimana kinerjanya, bagaimana penanganan kesalahannya, sumber daya apa saja yang digunakan.


Menurut Erl (2009), ada tiga elemen yang saling berkaitan erat ketika berbicara tentang arsitektur perangkat lunak. Pertama adalah arsitektur teknologi, yaitu desain fisik dari suatu perangkat lunak. Kedua adalah infrastruktur teknologi, yaitu lingkungan pendukung yang termasuk di dalamnya perangkat keras dan perangkat lunak. Ketiga adalah perangkat lunak itu sendiri. Berikut adalah diagram sederhana yang memperlihatkan keterkaitan ketiga elemen tersebut.

Hubungan arsitektur, infrastruktur, dan perangkat lunak


Istilah “arsitektur” berasal dari istilah yang digunakan pada bidang konstruksi bangunan. Sebuah bangunan memiliki desain fisik yang digambarkan dalam cetak biru arsitektur (architecture blueprint) atau disebut juga spesifikasi arsitektur. Suatu bangunan berada dalam lingkungan tertentu. Lingkungan ini bisa memberikan dukungan ataupun tidak terhadap bangunan tersebut. Sebagai contoh, bangunan perumahan yang dididukung oleh sarana transportasi, pembangkit tenaga listrik, dan sistem pembuangan limbah. Lingkungan pendukung inilah yang disebut infrastruktur. Agar bangunan dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut, desain fisiknya harus mengintegrasikan berbagai infrasturktur tadi ke dalam arsitekturnya. Oleh karena itu, spesifikasi arsitektur sebuah bangunan haruslah memperhatikan infrastruktur di sekitarnya. Begitu juga dengan perangkat lunak, rancangan arsitekturnya harus memperhatikan infrastruktur di mana perangkat lunak ini akan ditempatkan.

Sabtu, 26 September 2015

Kisi-Kisi UTS Semester Ganjil 2015 - Pemodelan Perangkat Lunak

KISI-KISI
ULANGAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Mata Pelajaran                         : Pemodelan Perangkat Lunak
Kelas/Semester                        : XI / 3
Kompetensi Keahlian               : Rekayasa Perangkat Lunak
Tahun Pelajaran                       : 2015/2016
Guru Mata Pelajaran                : Acep Miftahul Anwar, S.Kom

No
Kompetensi Dasar/Indikator
Bentuk Soal
Tingkat Kesulitan
Keterangan
Mudah
Sedang
Sukar
1
Pengertian Perangkat Lunak
PG

√


2
Jenis-jenis perangkat lunak aplikasi
PG, ESAI
√



3
Model SDLC Waterfall beserta tahapannya
PG, ESAI
√



4
Model SDLC Prototype beserta tahapannya
PG, ESAI

√


5
Model SDLC Iteratif beserta tahapannya
PG, ESAI

√


6
Model SDLC Spiral beserta tahapannya
PG
√



7
Diagram Flowmap
PG, ESAI

√
√

8
Diagram DFD
PG,

√


9
Diagram ERD
PG, ESAI

√






Tasikmalaya,  23 September 2015

Guru Mata Pelajaran



( AcepMiftahul Anwar, S.Kom)

Sabtu, 05 September 2015

Membuat Disain Antar Muka Pengguna (User Interface) Program Komputer

Desain Antarmuka Pengguna (bahasa Inggris: User Interface Design) atau rekayasa antarmuka pengguna adalah desainuntuk komputer, peralatan, mesin, perangkat komunikasi mobile, aplikasi perangkat lunak, dan situs web yang berfokus pada pengalaman pengguna (bahasa Inggris: User Experience) dan interaksi.

Tujuan dari Desain Antarmuka Pengguna adalah untuk membuat interaksi pengguna sesederhana dan seefisien mungkin, dalam hal mencapai tujuan pengguna—atau apa yang sering disebut dengan user-centered design. Desain Antarmuka Pengguna yang baik dapat memberikan penyelesaian pekerjaan dengan menggunakan tangan tanpa menarik perhatian yang tidak perlu terhadap dirinya sendiri. Desain grafis dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegunaan (bahasa Inggris:Usability). Proses desain haruslah seimbang antara fungsi teknis dan elemen visual (misalnya, model mental) untuk menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya bisa beroperasi tetapi juga dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Dalam Tahap perancangan sistem, Rancangan anntar muka digambarkan berupa sketsa-sketsa tampilan/form  (Bukan Screenshot dari program asli) yang akan dilihat oleh pengguna. contoh seperti di bawah ini :



Entity Relationship Diagram (ERD) dan Contoh Kasusnya

Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.

Apakah komponen yang terbentuk didalam Entity Relationship Diagram (ERD)?

Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk yaitu :

a. Entitas
Pada post sebelumnya mengenai basis data telah dijelaskan sedikit tentang pengertian entity (entitas) yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.
Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.

b. Hubungan (relasi/relationship)
Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.
Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.

c. Atribut
Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut :

Atribut Key

Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama

Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya

Atribut simple
atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi
Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.

Atribut Multivalue
nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang
bersangkutan
Contoh : dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.

Atribut Composite
Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang
mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.
Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang

Atribut Derivatif
Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus
Derajat relasi atau kardinalitas rasio
Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya
  • One to One (1:1), Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
  • One to many (1:M / Many), Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
  • Many to Many (M:M), Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.
Simbol-simbol untuk membuat diagram ERD:




Contoh Kasus 1:

Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang. Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.

Jawab:

Entitas : Mahasiswa, KAP (Kartu Anggota Perpustakaan), Buku

Atribut : Nama, no.mahasiswa, Alamat mahasiswa, No.buku, Judul, Pengarang, Penerbit dan tahun terbit.

Relasi : Daftar dan Pinjam


Gambar ERD dalam peminjaman buku di perpustakaan:

gambar ERD kasus 1
Sumber :
https://herlinnairine.wordpress.com/2014/02/06/entity-relationship-diagram-erd-dan-contoh-kasus/

Apa Pengertian dan Tujuan DFD? Serta Bagaimana Cara Membuatnya?

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.

DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.

Fungsi Data Flow Diagram (DFD):
  • Alat pembantu model yang membantu para profesional sistem untuk menggambarkan sistem menjadi suatu jaringan proses fungsional yang terhubung satu dengan yang lain, baik secara manual atau komputerisasi dari alur data.
  • Alat pembantu model pada sebuah fungsi-fungsi sistem, dimana fungsi tersebut terlihat lebih penting dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Intinya disini, DFD lebih menekan hanya pada fungsi-fungsi sistem.
  • Alat perancangan sistem yang berorintasi pada alur data dengan konsep dekomposisi yang digunakan untuk mebuat sebuah gambaran dan rancangan mengenai sistem tersebut sehingga mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada para pemakai dan pembuat program.
Simbol :

a.    Kesatuan Luar (external entity)
      Sesuatu yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke dalam sistem atau memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. Entitas eksternal tidak termasuk bagian dari sistem. Bila system informasi dirancang untuk satu bagian (departemen) maka bagian lain yang masih terkait  menjadi entitas eksternal.
     Pedoman pemberian nama kesatuan luar (external
entity
1)   Nama terminal berupa kata benda.
2)   Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang objeknya sama (digambarkan dua kali . dimaksudkan untuk membuat diagram yang jelas). Bila tidak demikian, maka terminal ini perlu di beri garis miring pada pojok kiri atas.
b.    Arus Data(dataflow)
      Arus data merupakan tempat menggalinya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arus panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir diantara proses, data store dan menunjukan arus data dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.
Pedoman pemberian nama aliran data
1)   Nama aliran data yang terdiri dari beberapa aliran kata dihubungkan dengan garis sambung.
2)   Tidak boleh ada aliran data yang namanya sama, dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.
3)   Aliran data yang terdiri dari beberapa elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.
4)   Hindari penggunaan kata ‘data’ dan ‘informasi’ untuk memberi nama pada aliran data.
5)   Sedapat mungkin nama aliran data ditulis lengkap.
c.      Pengertian Proses (process)
      Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi mentranformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa data keluaran. Proses sering pula disebut bubble.
Pedoman pemberian nama proses
1)   Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, misalnya : Hitung Bonus, Pendataan Karyawan, Cetak Fatur,dll.
2)   Jangan menggunakan kata proses yang memiliki nama suatu proses (bubble).
3)   Tidak boleh ada beberapa proses yang memiliki nama yang sama.
4)   Proses harus diberi nomor. Urutan nomor sedapat mungkin mengikuti aliran atau urutan proses, namun demikian urutan nomor tidak berarti secara mutlak merupakan urutan proses secara kornologis.
5)   Penomoran proses pada tingkatan pertama (Diagram Nol) adalah 1.0,2.0,3.0, dst.
6)   Penomoran pada tingkat kedua dari proses 1.0 (rincian dari proses 1.0) adalah 1.1,1.2,1.3, dst.
7) Context diagram tidak perlu diberi nomor.

Contoh Penomoran level pada DFD :


Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :
1.      Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.

gambar 1.2 diagram konteks



2.    Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar  yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.

gambar 1.3 diagram zero



3.      Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.
gambar 1.4 diagram rinci


Saya menulis dengan kemampuan atau kata-kata saya sendiri, dan pastinya ada yang merangkum atau copy paste dari blog-blog orang atau sebuah link dibawah ini: